Monday, January 21, 2013

Media Konvensional VS Sosial Media



Perbedaan dasar antara media konvensional dengan sosial media adalah komunikasi antara sang komunikator dengan pendengarnya. Ini bisa terlihat ketika media konvensional seperti TV, radio dan koran, hanya bisa menyediakan komunikasi satu arah dengan penggunanya. Konten yang diciptakan tidak perlu memiliki acuan yang jelas pada media-media tersebut.

Konten yang ingin disampaikan seharusnya diciptakan dengan orientasi keterlibatan. Dengan cara yang salah, hanya akan menghasilkan user yang heterogen (berbeda) dan membuat beberapa hal menjadi berantakan. Karena seharusnya konten yang diciptakan mereta untuk semua tipe user seperti yang diharapkan.
Di dunia sosial media yang dibentuk dari komunikasi dua arah, konten yang dibuat untuk menjadi bahan diskusi, bukannya hanya untuk pemberitahuan belaka. 

Tren yang sedang berlangsung sekarang adalah sebuah brand yang bagus dengan penggunanya harus mempunyai sinergi yang menarik satu sama lain. Contohnya, jika sebuah brand yang memimpin bidang elektronik sebelum meluncurkan produk barunya, mereka melakukan penelitian dahulu lewat sosial media. Untuk mengetahui apa yang mereka mau dengan apa yang mereka butuhkan. Hal itu dilakukan dengan berkomunikasi langsung bukan hanya berdasarkan laporan penelitian semata.

Dan tentunya kualitas keterlibatan juga diperlukan, menurut ahli bidang digital industri "lebih baik memiliki 1.000 pengguna setia dari pada 10.000 pengguna palsu. Karena faktanya adalah 1.000 orang ini dibangun dengan keharmonisan dan hubungan yang bagus. Dari segala sisi, sosial media kini masih merupakan potensi yang bagus untuk brand. Jadi, sudahkah mengimplementasikan cara ini dan membuat pengguna sebagai teman apa masih menganggap mereka sebagai pasar semata?

No comments:

Post a Comment