Tuesday, January 22, 2013

Mengingat Kembali Jejaring Sosial Tempo Dulu



Masih ingat dengan Kartu pos? Kapan terakhir kali kamu mengirim surat atau kartu pos? Sebagian besar pasti menjawab “sudah lama sekali” atau bahkan “tidak pernah”. Ya jawaban seperti ini tentu tidak heran karena jaman sudah berubah menjadi “generasi gadget”, dan membuat aktivitas berbau pos sudah menjadi hal yang sangat asing. Karena seiring berkembangnya teknologi dan kemudahan berkomunikasi melalui sms, bbm, facebook, twitter atau video call menjadi pilihan yang tepat untuk sekarang ini.
Jauh sebelum dunia jejaring sosial berbasis online hadir, kartu pos dan surat menjadi salah satu bentuk interaksi sosial yang populer, ya bisa dibilang sebagai media jejaring sosialnya tempo dulu. Balas-balasan surat menjadi keasyikkan tersendiri , apalagi menunggu pak pos datang mengantar surat balasan mempunyai perasaan tersendiri yang berkesan.
Lalu setelah kecanduan dengan surat menyurat ada juga orang-orang yang senang dengan filatelis. Sang Filatelis biasanya sangat hobi mengkoleksi perangko atau kartu pos yang disimpan secara apik. Bahkan pada eranya komunitas filateli merupakan wadah jejaring sosial tersendiri.
Surat menyurat dan filateli dalam proses pembuatannya terkadang memerlukan kreativitas yang tinggi selain hanya menulis seperti keahlian menyusun kata agar menarik dibaca si penerima surat nantinya. Terkadang terkandung pantun yang menghadirkan canda tawa tersendiri antara si pengirim dan penerima. Yang paling umum biasanya pantun empat kali empat sama dengan enam belas, sempat tidak sempat agar dibalas, lucunya kalau mengingat masa-masa itu.
Di dalam majalah anak-anak yang sangat terkenal pada tahun 1970 sampai akhir 1990 juga menerapkan hal ini dengan nama rubriknya yang terkenal dengan “Sahabat Pena” . Sahabat Pena mempunyai halaman tersendiri tepat dibelakang cover yang berisi foto dan alamat anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia. Biasanya Sahabat Pena yang paling menarik dapat dilihat dari prestasi yang juga tercantum di dalam profilnya.


Ya intinya menurut Saya sih semua orang dari dulu senang bersosialisasi dan lebih spesifiknya lagi bertukar cerita satu sama lain, sejak dahulu menggunakan surat dan kartupos sampai saat ini melalui sosial media internet. Bagi yang pernah merasakan jamannya surat-suratan sampai sekarang twitteran keduanya memiliki kesan yang berbeda. Apa sih hal yang paling berkesan kamu waktu surat-suratan jaman dulu?

No comments:

Post a Comment